Bandar Lampung – Program Studi Magister Pendidikan Matematika (MPM) FKIP Universitas Lampung kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Dosen Tamu Nasional pada tanggal 13–14 Oktober 2023. Kegiatan yang mengusung tema “Implementasi Pengembangan Kurikulum Merdeka di Perguruan Tinggi melalui Lelang Silabus dan Produk Mahasiswa” ini menghadirkan narasumber Dr. H. Wahyu Hengky Irawan, M.Pd. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, yaitu luring di Ruang N3.5 FKIP Universitas Lampung dan daring melalui Zoom Meeting. Peserta yang mengikuti kegiatan terdiri atas dosen, mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap pengembangan kurikulum dan inovasi pembelajaran di perguruan tinggi.
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Prof. Dr. Sugeng Sutiarso, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan dosen tamu merupakan salah satu upaya program studi untuk memperkaya wawasan akademik sivitas akademika sekaligus memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka di lingkungan pendidikan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi praktik baik dari berbagai perguruan tinggi dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih fleksibel, inovatif, dan berpusat pada mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Dr. Wahyu Hengky Irawan menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kapasitas, dan kemandirian belajar. Mahasiswa tidak lagi hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan aktif dalam merancang pengalaman belajarnya sendiri sesuai minat dan kebutuhan akademik.
Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah konsep lelang silabus dan produk mahasiswa, yaitu pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bernegosiasi terkait bentuk tugas, metode pembelajaran, dan produk akademik yang akan dihasilkan. Proses tersebut dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu penawaran, negosiasi, implementasi, dan evaluasi. Melalui mekanisme ini, mahasiswa diberikan kebebasan untuk menentukan bentuk tagihan pembelajaran yang paling sesuai dengan kemampuan dan minatnya, dengan tetap mempertimbangkan capaian pembelajaran mata kuliah.
Narasumber juga menjelaskan berbagai bentuk produk yang dapat dipilih mahasiswa, seperti penyusunan esai, presentasi materi, observasi lapangan, pembuatan video pembelajaran, kajian pustaka artikel jurnal, hingga penyusunan ringkasan materi secara mandiri. Menurutnya, model pembelajaran ini mampu meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa, melatih kemandirian belajar, serta membangun rasa percaya diri dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai implementasi Kurikulum Merdeka, indikator keberhasilan negosiasi silabus, hingga kemungkinan penyesuaian kontrak pembelajaran di tengah proses perkuliahan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap inovasi pembelajaran yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama dalam proses pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP Universitas Lampung berharap dapat memperluas wawasan dosen dan mahasiswa mengenai implementasi Kurikulum Merdeka serta mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan abad ke-21. Kegiatan dosen tamu juga menjadi bagian dari komitmen program studi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat budaya akademik yang unggul, inovatif, dan kolaboratif.